14 Blades


Sekitar 600 tahun yang lalu ketika Negeri Cina diperintah oleh Dinasti Ming, dibentuk pasukan elite pengawal Kaisar bernama Jin Yin Wei (Pengawal Kerajaan Berjubah) yang anggotanya direkrut dari anak-anak jalanan yatim piatu. Dari kecil, anak-anak itu dilatih bermacam-macam ilmu beladiri sehingga ketika dewasa mereka menjadi pasukan pengawal kaisar yang tangguh.

Tiap personel Jin Yin Wei dibekali senjata berupa 14 pisau (14 blades) yang fungsinya berbeda-beda, 8 pisau digunakan untuk menyiksa lawan, 5 pisau untuk membunuh lawan dan 1 pisau dari emas digunakan untuk bunuh diri jika gagal dalam tugas. Berkat tangguhnya pasukan Jin Yin Wei, Kaisar menjadi semakin aman dan banyak pemberontakan yang berhasil digagalkan termasuk pemberontakan yang dipimpin oleh saudara kaisar sendiri yang bernama Pangeran Qing.

Masalah timbul ketika Pangeran Qing yang masih ingin memberontak dan berhasil bekerjasama dengan seorang kasim pejabat istana bernama Jia Jingzhong. Kasim adalah laki-laki pegawai istana yang dikebiri atau dihilangkan alat kelaminnya. Tetapi justru karena dikebiri itulah seorang kasim bisa menduduki jabatan tinggi di istana bahkan bisa melebihi perdana menteri karena tidak bisa membuat dinasti sehingga dianggap tidak mungkin memberontak.

Suatu ketika Jia Jingzhong menjebak komandan Jin Yin Wei yaitu Qin Long dengan menyuruhnya merebut sebuah kotak yang disimpan seorang pejabat istana bernama Zhao Zhenyan. Jia Jingzhong mengatakan bahwa Zhao Zhenyan akan memberontak dan kotak itu berisi bukti-bukti pemberontakannya.
Qin Long menuruti perintah Jia Jingzhong karena memang kedudukannya lebih tinggi .

Setelah menyerbu rumah Zhao Zhenyan, betapa terkejutnya Qin Long karena ternyata kotak yang akan direbutnya berisi stempel resmi kerajaan sehingga akan sangat berbahaya jika stempel itu jatuh ke tangan pemberontak karena semua surat yang dicap dengan stempel itu berarti surat resmi perintah kaisar dan harus dituruti. Sedangkan Kaisar sendiri tidak begitu mengurusi pemerintahan tetapi asyik bersenang-senang dengan selir-selirnya (makanya pejabat-pejabat pentingnya dikebiri, pasti agar tidak bisa merebut selirnya).

Tetapi apa daya, Qin Long dikhianati oleh salah satu anak buahnya yang bernama Xuan Wu yang ternyata sudah bekerjasama dengan Jia Jingzhong. Semua anak buah Qin Long yang loyal kepadanya mati dan Qin Long sendiri terluka parah sedangkan stempel kerajaan dibawa lari oleh Xuan Wu untuk diberikan kepada Jia Zhingzhong.

Lebih parah lagi, karena Qin Long yang memimpin penyerbuan maka Qin Long yang dituduh mencuri stempel kerajaan sehingga menjadi buronan.
Untuk membersihkan namanya, Qin Long harus bisa menemukan stempel kerajaan kemudian menyerahkan kepada Kaisar. Karena terluka parah, Qin Long tidak bisa mengejar Xuan Wu, maka dengan seluruh sisa uangnya, Qinlong menyewa perusahaan pengantar/kurir yang dipimpin oleh Jiao Zhong untuk mengantarnya mengejar Xuan Wu ke arah Timur.

Jiao Zhong dan seluruh anak buahnya tidak tahu bahwa Qin Long adalah komandan pasukan elite kerajaan dan hanya tahu bahwa mereka disewa untuk mengantarkan ke arah timur.

Perjalanan Qin Long dengan dibantu Jiao Zhong ternyata sangat berbahaya, bukan hanya harus menghadapi perampok tetapi juga harus menghadapi pasukan Jin Yin Wei yang dipimpin oleh Xuan Wu.Untunglah dengan kemampuan beladirinya, Qin Long dapat mengatasi semua halangan itu.
Tetapi karena sudah menunjukkan kemampuan beladirinya, Jiao Zhong dan anak buahnya jadi tahu bahwa Qin Long adalah anggota Jin Yin Wei.
Qin Long yang sudah tahu bahwa Xuan Wu mengejarnya mengubah strategi. Jiao Zhong dan seluruh anak buahnya lebih dulu pergi ke arah timur ke kota Katin untuk mengalihkan perhatian Xuan Wu, sedangkan Qin Long yang sudah sembuh menyusul dari belakang.
Agar Jiao Zhong tidak berkhianat, Qin Long membawa anak perempuan Jiao Zhong yang bernama Qiao Hua. Kemudian seperti film-film lainnya, terjadilah hubungan asmara antara Qin Long dan Qiao Hua.

Setelah sampai di Kota Katin, Qin Long dengan dibantu Qiao Hua bisa melakukan penyelidikan sehingga bisa tahu kapan dan dimana Xuan Wu dan Jia Jingzhong akan menjual stempel kerajaan kepada Pangeran Qing yang diwakili oleh salah satu kapten nya.
Tetapi bagaimanapun juga, Qin Long dan Qiao Hua tidak mungkin menghadapi seluruh pasukan Xuan Wu dan Pangeran Qing. Maka Qin Long bekerjasama dengan sebuah gerombolan perampok yang dipimpin oleh Judge. Sebagai pembagian hasil, Qin Long akan mendapat stempel kerajaan sedangkan Judge mendapat 1000 uang emas yang digunakan Pangeran Qing untuk membayar stempel emas itu.

Sehari sebelum rencana penyerbuan Qin Long dan Judge, Qin Long ditemukan oleh anak Pangeran Qing yaitu seorang pendekar wanita bernama Tao Tao. Terjadilah pertarungan antara Qin Long dan Tao Tao. Ternyata Tao Tao dengan senjata cemetinya sangat hebat sehingga Qin Long kewalahan tetapi untung saja bisa melarikan diri.

Rencana penyerbuan Qin Long dan Judge berjalan baik. Dengan strategi yang jitu dan senjata yang lebih canggih, Qin Long dan Judge bisa mengalahkan pasukan Xuan Wu dan Pangeran Qing. Walaupun Xuan Wu bisa melarikan diri, tetapi Qin Long bisa mendapatkan stempel kerajaan dan Judge bisa mendapatkan 1000 uang emasnya.

Tetapi semua menjadi berantakan karena Tao Tao menyandera Qiao Huo sehingga Qin Long terpaksa menyerahkan stempel kerajaan kepada Tao.
Sekarang keadaan menjadi gawat karena Pangeran Qing sudah mendapatkan stempel kerajaan. Pangeran Qing bisa membuat surat dengan cap resmi kerajaan kepada pasukan penjaga benteng kerajaan sehingga Pangeran Qing dan pasukannya bisa masuk kedalam kerajaan dan melakukan serangan pemberontakan dengan mudah.

Perang pemberontakan pasti akan menelan banyak korban, tidak saja para tentara tetapi rakyat biasa juga bisa ikut jadi korban.
Satu-satunya cara mencegah pemberontakan adalah merebut stempel kerajaan sebelum Pangeran Qing dan pasukannya sampai di benteng.
Ternyata benar, Pangeran Qing dan 2000 tentara siap menyerang dari timur sedangkan Xuan Wu yang membawa stempel kerajaan dan 300 tentara bersenjata senapan siap menyerang dari sebuah kota yang bernama kota serigala langit.

Tidak ada pilihan lain, Qing Long dan Qiao Hua yang dibantu Jiao zhong dan para anak buahnya harus menyerang Xuan Wu dan pasukannya untuk merebut stempel kerajaan.

Xuan Wu pasti bisa dikalahkan dengan mudah oleh Qin Long tetapi Xuan Wu didampingi Tao Tao si pendekar cemeti yang sulit ditaklukan (Indiana Jones cewek nih…). Akhirnya dilakukan pembagian tugas, Qiao Hou menyamar sebagai Qin Long sehingga dikejar oleh Tao Tao sedangkan Qin Long dan pasukan Jiao Zhong menghadapi Xuan Wu dan pasukannya.

Terjadilah pertempuran seru antara pasukan Qin Long dan pasukan Xuan Wu.Dengan strategi jitu, pasukan Qin Long menang dan Qin Long bisa merebut stempel kerajaan dari Xuan Wu. Tetapi Qiao Hou dalam keadaan bahaya karena sudah tertangkap oleh Tao Tao dan akan dibunuh, untungnya datang Judge menolongnya. Judge tewas ditangan Tao Tao tetapi Qiao Hou bisa melarikan diri dan bertemu dengan Qin Long.

Tao Tao adalah lawan yang paling tangguh maka dibagi tugas lagi, Qin Long bertarung melawan Tao Tao sedangkan Qiao Hou menyerahkan stempel kerajaan kepada jendral pasukan penjaga benteng kerajaan.

Akhirnya ternyata tidak happy ending… Qin Long dan Tao Tao ternyata seimbang dan keduanya tewas bersama-sama.
Tetapi pengorbanan Qin Long tidak sia-sia, Qiao Hou berhasil menyerahkan stempel kerajaan kepada jendral pasukan penjaga benteng kerajaan sehingga Pangeran Qing dan pasukannya tidak bisa masuk.

Pemberontakan bisa digagalkan dan rakyat kembali bisa hidup dengan tenang.