Ketika Cinta Bertasbih 2


Ketika cinta bertasbih 2, menceritakan tentang azzam yang telah menyelesaikan perkuliahannya di kairo dan akan memulai kehidupan baru di indonesia. Sembilan tahun lamanya azzam berkutat di dunia perkuliahan demi mendalami islam secara akademik di kairo, namun ia tak juga bangga dengan dirinya sendiri. Tak ada sedikit pun niatnya untuk menjadi seorang ustadz ataupun bergelut di lingkungan pesantren. Sepeninggal sang ayah, azzam bekerja keras menghidupi ibu dan adiknya. Ia menekuni bisnis pengantaran paket logistic. Namun ibunya tetap tidak puas dengan pekerjaan azzam karena merasa tidak sepadan dengan pendidikan yang didapatkan azzam di universitas al-azhar. Namun azzam tetap optimis terhadap usahanya. Bersama sang adik, husna (meyda sefira) mereka membuat kedai bakso cinta dan berhasil merebut pangsa pasar kalangan remaja.

Melihat keberhasilan anak-anaknya, ibunya pun tersenyum senang. Namun lagi-lagi sang ibu belum puas karena azzam masih hidup sendirian tanpa seorang wanita yang mendampinginya. Adalah elliana (alice norin) yang cantik, berpendidikan, dan merupakan anak seorang diplomat. Hasrat elliana yang menaruh hati pada azzam tak pernah terbalas. Karena azzam masih memegang kuat tradisi timur dan merasakan perbedaan yang sangat jelas dengan elliana yang hidup dengan sedikit western culture. Cinta pertama azzam tetaplah anna (oki setiana dewi) yang kini telah mendampingi sahabatnya, furqon (andi arsyil) yang berasal dari keluarga berada. Azzam telah mengikhlaskan anna dan memilih mencari gadis lain demi membahagiakan ibu dan adiknya.

Suatu hari tetangganya mengajak azzam untuk diperkenalkan dengan seorang gadis bernama vivi (asmirandah) yang telah lulus kuliah kedokteran di ui. Kecantikan vivi membuat azzam jatuh hati. Bahkan azzam berniat mempersunting vivi. Namun naas bagi azzam yang telah melamar vivi. Ia dan ibunya mengalami kecelakaan. Malangnya lagi, ibunya meninggal dunia dan vivi dipersunting pria lain setelah didesak orangtua vivi. Penderitaan azzam sangat berat.

Sementara itu, furqon yang telah menikahi anna belum juga dapat menafkahi batin anna, meski usia pernikahan mereka telah 6 bulan lamanya. Furqon masih trauma dengan vonis doketer yang memvonisnya menderita hiv dan ia tak ingin anna tertular. Saat anna tahu, keduanya bercerai. Tak disangka, azzam kembali bertemu dengan anna di suatu pesantren. Apakah keduanya akan bersatu kembali?