Pee Mak Phrakanong


Kisah ini bersetting abad ke 19, dimana saat itu terjadi perang antara negeri Siam dengan negeri asing yang bersenjata modern. Mak (Mario Maurer) menjadi salah satu prajurit yang membela negerinya. Ketika terluka, Mak berjumpa dengan empat orang lainnya yang kemudian menjadi sahabatnya.
Pada saat yang sama, istri Mak yang bernama Nak (Davika Hoorne) sedang berjuang sendirian menahan sakitnya di Phra Khanong untuk melahirkan bayinya. Setelah beberapa waktu, di Phra Khanong sering terdengar suara Nak yang menyanyikan lagu nina bobo untuk anaknya, yang menakuti seluruh warga di kawasan Phra Khanong. Rumor kemudian beredar di Phra Khanong bahwa Nak telah mati dan menjadi hantu.

Bersama keempat temannya yang aneh (Aey, Ter, Puak, Shin), Mak berhasil selamat dari perang. Mak kemudian mengundang mereka untuk datang ke rumahnya dan mengajak mereka untuk menginap selama beberapa hari di rumah bibi Mak yang kosong karena sudah tiada penghuninya, yang letaknya di seberang rumah Mak. Mak sangat bahagia dapat berjumpa kembali dengan istri dan anaknya. Mak kemudian memperkenalkan teman-temannya dengan istrinya yang cantik jelita dan bayi mereka yang diberi nama Dang.

Keesokan harinya, Mak, dan teman-temannya pergi ke pasar untuk berbelanja. Anehnya, di pasar semua orang terlihat takut pada Mak, dan tidak ada satu pun yang bersedia menjual barang kepada Mak. Pada sebuah toko bir kecil, wanita penjual yang setengah mabuk kemudian mencoba untuk memberitahu Mak mengenai rumor tersebut, namun, niat tersebut dihentikan oleh anaknya.

Suatu malam, Shin, datang ke rumah Mak untuk mengajak Mak minum bersama mereka. Shin ketakutan ketika melihat tangan Nak yang memanjang dari rumah panggungnya untuk mengambil buah yang berada di tanah. Selain itu, Shin melihat keanehan pada rumah Mak yang sangat kotor seperti telah ditinggalkan penghuninya dalam waktu yang lama. Ketika ia menceritakan hal ini, teman-temannya tak ada yang menanggapinya serius. Pada saat itu, tidak satupun dari mereka yang menyadari adanya mayat dari si wanita penjual bir yang mengambang di dekat mereka.