Valkyrie

Saat Perang Dunia II, Kolonel Claus von Stauffenberg terluka parah ketika Royal Air Force menyerang pasukan Nazi di Afrika. Ia kehilangan tangan kanannya, beberapa jari di tangan kirinya, dan mata kirinya.

Di lain tempat, Mayor Jenderal Henning von Tresckow, berusaha untuk membunuh Adolf Hitler dengan meletakkan bom pada sebuah boks minuman Perancis yang diberikannya pada salah satu anggota rombongan, Kolonel Brandt. Namun, bom tersebut tidak meledak. Tresckow terbang ke Berlin untuk mengambil boks tersebut dari Brandt. Setelah mengetahui bahwa salah satu anggota komite rahasia Mayor Jenderal Hans Oster ditangkap Gestapo, Tresckow meminta kawannya, Jenderal Friedrich Olbricht untuk mencari pengganti Oster. Olbricht lalu menunjuk Stauffenberg, dan memperkenalkannya pada rapat komite rahasia yang dihadiri Ludwig Beck, Dr. Carl Goerdeler, dan Erwin von Witzleben.

Stauffenberg dipindahtugaskan ke Kementerian Perang Jerman Nazi, dan menjadi Kepala Staf German Reserve Army, di bawah pengawasan Jenderal Friedrich Fromm. Dia juga mengangkat seorang ajudan bernama Letnan Werner von Haeften.

Fromm memperkenalkan Stauffenberg pada Hitler di kediaman pribadi Hitler, The Berghof. Di kesempatan itu, Stauffenberg meminta Hitler untuk menandatangani sebuah surat Operasi Valkyrie, operasi yang akan dijalankan setelah rencana pengeboman untuk menangkapi pasukan SS, Gestapo, dan antek-antek Nazi. Tanpa pikir panjang, Hitler menandatangani surat tersebut.

Stauffenberg diminta untuk membunuh Heinrich Himmler dan Hitler, dengan meledakkan bom di Wolf's Lair, tempat di mana rapat yang akan dihadiri Hitler dilaksanakan. Dengan bantuan Kolonel Mertz von Quirnhem, Stauffenberg diajari bagaimana cara mengaktifkan bom tersebut. Ia juga akan dibantu oleh Jenderal Erich Fellgiebel, pimpinan operator telekomunikasi di Wolf's Lair, yang akan mematikan seluruh jaringan komunikasi di sana.